Thursday, October 14, 2010

[Hukum-Online] AJI Sesalkan Intervensi Investigasi SCTV ; Melalui juru bicara, Menteri Patrialis Akbar membantah telah melakukan intervensi

 

AJI Sesalkan Intervensi Investigasi SCTV ; Melalui juru bicara, Menteri Patrialis Akbar membantah telah melakukan intervensi
Elin Yunita Kristanti
Menkumham Patrialis Akbar Meninjau Lapas Paledang (ANTARA/Jafkhairi)

VIVAnews -- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menyesalkan pelarangan penayangan program investigasi "Sigi" berjudul "Bisnis Seks di Balik Jeruji Penjara" yang disiapkan Redaksi Liputan 6 SCTV untuk ditayangkan pada Rabu (13/10) pukul 23.00 WIB .
 
AJI menduga bahwa program itu gagal tayang setelah ada permintaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

"Tindakan ini merupakan pelanggaran berat dalam kode etik jurnalistik karena intervensi pemerintah telah menodai kesucian ruang redaksi," kata Koordinator Divisi Advokasi AJI Jakarta, Aditya Heru Wardhana, dalam rilis yang diterima VIVAnews, Kamis 14 Oktober 2010.

Dikatakan dia, para jurnalis SCTV sudah melakukan investigasi dan mengumpulkan bukti adanya bisnis prostitusi di dalam penjara, dengan kamera tersembunyi. Sayangnya, pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia selalu menolak untuk diwawancarai dalam program ini.

"Mereka meminta agar diperbolehkan melihat dulu tayangan video yang sudah kami dapatkan. Permintaan mereka ini tentu saja kami tolak," kata satu produser SCTV yang dihubungi AJI Jakarta.
 
Permintaan itu dipahami redaksi SCTV sebagai upaya sensor.
Karena upaya memperoleh konfirmasi sudah maksimal, redaksi SCTV memutuskan untuk tetap menayangkan program ini pada Rabu kemarin.

Dikonfirmasi, Kepala Biro Humas Kementerian Hukum dan HAM, Martua Batubara mengatakan, tidak ada intervensi yang dilakukan Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar.

"Baru saja saya pulang dari rumah Pak Menteri. Beliau mengatakan, tidak menghubungi siapapun di SCTV," kata Martua kepada VIVAnews, Kamis malam.

Ditambahkan dia, selama ini Menteri Patrialis membuka diri dan bahkan memberikan kesempatan pada pers untuk melihat langsung situasi dan perkembangan kemajuan lapas.

"Beliau memberikan kebebasan untuk meliput," tambah dia.

Disinggung soal judul tayangan, "Bisnis Seks di Balik Jeruji Penjara", Martua mengatakan, memang dari sisi judul, kata 'bisnis' seakan menggambarkan sesuatu yang sangat luar biasa. "Seakan sedemikian rupa dan lama," tambah dia. (umi)

• VIVAnews

__._,_.___
Recent Activity:
SARANA MENCARI SOLUSI KEADILAN HUKUM DI INDONESIA
Mailing List Hukum Online adalah wadah untuk saling bertukar pikiran dan berkonsultasi untuk saling membantu sesama. Isi diluar tanggung jawab Moderator.

Sarana berdiskusi dengan santun, beretika dan bertanggung-jawab serta saling menghargai dan tidak menyerang hasil pemikiran orang / pendapat orang lain.

Salam Hukum Online
MARKETPLACE

Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

No comments:

Google