Sunday, November 7, 2010

[Hukum-Online] polos... Re: Kita Semua adalah Wedus Gembel....

 

pak moderator, mr poulus bisa saja orangnya sangat polos...jadi ingin bicara apa adanya...
mohon dimengerti pak...memang kekuasan ditangan moderator... semestinya moderator memberikan lebih kesempatan pada anggota masyarakat mastel ?

sesuai permintaan pak Nas... saya forward email bapak ke milis mastel-anggota... semoga berkenan... saya saat ini ada di tarakan...menunggu pesawat besok pagi  ke Long bawan... salam, rr - apw/ mastel ukm

From: Naswil Idris <naswil@yahoo.com>
Sent: Sun, November 7, 2010 3:31:09 PM
Subject: [APWarnet] Re: Kita Semua adalah Wedus Gembel....

 

Pak Mitro  dan Pak Setyanto Yth:
Mohon maaf Pak Mitro, saya kurang ngerti artinya "Wedus Gembel", . Tapi saya bisa ngira2....setelah kenal dgn Pak Mitro puluhan tahun....kerja sama dgn Pak Mitro..di Indosat dan  di Pos Giro....ngurus     Kiriman bahan2   kuliah  Universitas Terbuka....... saya juga punya hobi yg sama dgn Pak Mitro ..suka bertanya2...pd Speaker2 asing......    jika ada  Seminar MASTEL dimana2 ...jika ada  ada Moderator Asing yg sok pintar seperti kemaren..... hari Kedua.;Kamis  Mr. TONY POULUS......juga Speaker ...orang2 asing yg suka menggurui.... seperti mempidatoi....mengajari kita.... sedikit  mengibulin  kita...seperti  beberapa hari Pertemuan MASTEL  di Hotel Mandarin Oriental  di jln Thamrin, Imam Bonjol Jakarata Pusat.....Rabu dan kamis tgl 3 dan 4 Nov yl.......
Seperti kemaren ..ada  " Moderator.pd hari kedua...Kamis tgl 4 November  .MR. TONY POULUS  .yg seharian penuh ..dia "enjoyed himself....... berbicara sendiri..... dan nanyai...setiap  Speaker.... yg ngomong ...sehingga...tak memberi kesempatan  SAMA SEKALI pd peserta.........kecuali jika saya sedikit ngotot   ingin   bicara.... baru di bolehkan.........
Saya beberapa kali dilarang oleh Moderator  Mr.TONY POULUS  tersebut.....untuk   tanya .....karena saya  ...lebih "kasar" lagi ingin ...  bicara..... dan tanya... akhirnya di izinkan ..juga........
..........................
Juga pernah saya ketemu dgn "Mr.Benedict Anderson,di Cornell University, di  Ithaca, New York ...yg nulis..paper : Cornell Paper" yg sempat dilarang Pak Harto  .... dan juga larangan terhadap Benedict untuk menginjakkan kaki di Bumi Pertiwi beberapa lama......Benedict Anderson adalah sahabat..Taufik Akbar....dan alm Alfian.... dari LIPI sewaktu kuliah dulu di  Cornell Univ di  Ithaca, New York  .Benedict   juga   ... sahabat  Prof Fuad Hassan..... mantan  Menteri P dan K......SEbagai Menteri pun beliau suka    dinas ....ke  Cornell Univ di Ithaca.
Dalam kehidupan sehari2..... Benedict Anderson  sangat    sopan... dan santun.......tidak ada   usaha  mengurui kita.....apalagi.... ngibulin kita.......
.....................
Nike Ardilla...kalau gak salah....kena musibah... wafat......... pd usia yg sangat   muda   belia......kecelakaan ....lalu lintas...di Jln Lembong Bandung ,  dan kebetual...waktu itu saya  ada di Bandung.
.............................
Gak banyak Alumni Harvard Univ ( yang saya tahu)  dari USA di bumi NKRI, selain...Endang Rahayu Ph.D Menteri  Kesehatan ,R.I....Putra tertua  SBY....yg anggota  ABRI.....dan tentu saja..OBAMA juga....,.........    
Tapi...ada seorang teman dekat saya...Lulusan  Harvard Univ namanya ...Jujun Suria Sumantri Ph.D  ...pernah   bekerja ...di Kantor LIbang    Departemen Pendidikan, dan terakhir jadi Dosen di IKIP Jakarta , atau UNJ ..Rawamangun Jakarta ....tidak ingin... di populerkan sebagai  Alumni   Harvard........
Di kartu namanya ....juga tak ada    kata2  Harvard....... apalagi.... pakai    Kaus  Harvard......atau Jeket.......... apalagi     sapu tangan ....... merk Harvard....
 Cuma   kita tahu.... di   riwayat hidupnya   ( CVnya) ada tulisan Harvard.......dan ijasah   Ph.D di Harvard Univ......nya tercatat   di Kantor   DIKTI, DIKNAS    di Pintu  1. Senayan....yg merupakan   syarat buat Gelar Professor....
.............
Cuma ....bicara    PLATO........ ARISTOTELES....dan SOCRATES........ memang  ada di Athena........,tapi waktu itu belon...ada tari Perut    model      Junani....... atau ...  Athena   .
 Maaf, agak ngelantur sedikit ...Pak Mitro.....
 Salam, Naswil Idris,Apw, MASTEL.DPA

From: Sumitro Roestam <sumitror@yahoo.com>
To: APWKomitel@yahoogroups.com; mastel-anggota@yahoogroups.com; telematika@yahoogroups.com
Sent: Sun, November 7, 2010 11:18:36 AM
Subject: [APWarnet] Kita Semua adalah Wedus Gembel....

 

Kawan2 Anggota Milis Yth,

Di akhir pekan sambil beristirahat setelah bekerja selama 5 hari, saya ingin berbagi tulisan yang menarik dari Bre Redana di Kompas sbb:

Kalau di dunia teks yang pembacaannya linier saja bisa menghantarkan manusia terpental pada kekosongan, bagaimanakah dengan kebudayaan visual, dunia jejaring yang sifatnya multimessage, pesan dan berita yang sifatnya berlapis-lapis? Dari suatu teknologi yang disebut multimedia? Makin tak jelas mana yang mimpi dan mana yang kenyataan.

Itulah tontonan sehari-hari kita, atau bahkan kehidupan sehari-hari kita. Lewat reality show kita sama-sama dibalut mimpi bahwa hidup bisa berubah seketika. Seseorang dari pinggir jalan tiba-tiba masuk orbit perbintangan yang terang benderang berkilauan. Dari situ ada yang terlempar lagi keluar, melata dipinggir jalan lagi. Yang terakhir ini tak lagi terliput karena sudah bukan menjadi bagian dari impian.

Yang dinikmati oleh orang adalah gebyar. Industri secara sadar merekayasa gebyar. Tanyalah pada mereka yang dekat dengan dunia hiburan. Figuran-figuran cantik yang muncul entah di TV atau film banyak yang harus kos atau tinggal di gang-gang sempit di Jakarta. Ada produser yang melarang mereka makan di warteg pinggir jalan demi menjaga citra. Padahal untuk makan di hotel berbintang, sangat mahal kecuali kalau ada oom-oom yang mengajak.

Terhadap dunia teks yang konon telah mendaratkan manusia pada keniscayaan modernisme termasuk beberapa ekses alienasi, betapapun ummat manusia berhutang taruhlah pada isme semacam nasionalisme. Benedict Anderson menelusuri rasa kekomunitasan yang kemudian menjadi rasa kebangsaan, terbentuk karena teks. Itulah yang bisa kita baca dari Imagined Communities.

Nyatanya, tak ada isme yang begitu kuat, yang mengikat kita, bahkan yang membuat orang rela mati atasnya, kecuali nasionalisme. Banyak makam pahlawan tak dikenal, dengan di bawahnya kita tahu ada yang terbujur mati atas nama nasionalisme. Adakah isme sekuat ini? Adakah makam tak dikenal untuk mereka yang mati karena konsumerisme misalnya?

Kita benar-benar tak tahu atau pura-pura tak tahu mengenai hal itu. Yang jelas, kita membutuhkan figur yang bisa kita pas-paskan untuk menyenangkan diri kita, dari dunia yang tak kita pahami. Dari Nike Ardilla sampai Mbah Surip kita subyo-subyo (puji-puji) dengan mengilusikan hidup mereka sebagai penuh perjuangan. Soalnya, belum ada pusara yang bisa mengganti istilah pahlawan tak dikenal dengan idee lain yang lebih spesifik untuk zaman yang berubah ini. Kita semata-mata butuh tumbal untuk menghidupkan nilai-nilai yang kita anggap ideal.

Sekarang kepecayaan kita kepada sendi-sendi kehidupan yang kita anggap luhur goyah. Kita sama-sama tak percaya bahwa anggota DPR yang studi banding ke Yunani, sepulangnya dari sana akan menjadi Socrates. Sama kurang yankinnya kita kalau semua anggota DPR dikirim ke Harvard, semua akan jadi seperti Dr. Arief Budiman. Yang lebih mungkin mereka pulang dengan mengenakan T-shirt bertuliskan Harvard University.

Di tengah kancah kehidupan seperti ini gunung Merapi meletus. Mbah Maridjan, orang desa yang lugu yang dikultuskan media, tewas terpanggang awan panas. Sejak beberapa waktu terakhir, dia berusaha menghindari orang, apalagi media massa. Ia telah teralienasi, mungkin seperti yang di-ekpresikan oleh Satre dalam Huis Clos: orang lain adalah neraka.

Yang mengepung Mbah Maridjan waktu itu jangan-jangan bukan hanya awan panas yang disebutnya wedus gembel. Wedus gembel itu adalah kita semua.....

Itulah sekilas gambaran kehidupan yang kita hadapi sehari-hari, Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat.
Wassalam,
S Roestam
http://wartaduniamaya.blogspot.com



__._,_.___
Recent Activity:
SARANA MENCARI SOLUSI KEADILAN HUKUM DI INDONESIA
Mailing List Hukum Online adalah wadah untuk saling bertukar pikiran dan berkonsultasi untuk saling membantu sesama. Isi diluar tanggung jawab Moderator.

Sarana berdiskusi dengan santun, beretika dan bertanggung-jawab serta saling menghargai dan tidak menyerang hasil pemikiran orang / pendapat orang lain.

Salam Hukum Online
MARKETPLACE

Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

No comments:

Google