Kenapa yah kita cenderung mengulangi kesalahan yang sama, mengkultus individu. Apa leeader yang kepengen atau hanya orang2 sekitarnya yang buta mata dan hati. Bisa dimaklumi sih lingkaran dalam sby, yang tadinya bisa dibilang bukan apa2 dalam politik dan kekuasaan kemudian ikut menikmatinya bersamaan dgn kemenangan politik pencitraan yang dipakai sby. Orang2 ini pasti akan membela mati2 apapun kebijakan sby, kalo perlu menjilat. Kalo kemarin ada wacana periode jabatan 3, sekarang soal lagu2 ini. Udahlah mendingan sisa waktu ini diisi dgn memperligatkan leadership yang kuat. Inggat loh, singapur dan malaisia maju bukan karena demokrasi, tapi ada leader yang kuat. Sementara kita dan pilipina yang katanya paling demokratis terseok-seok. Jangan2 bentar lagi disalib sama vietnam.
Salam dr cibubur,
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Laurencius Simanjuntak - detikNews

Ilustrasi
Jakarta - Masuknya pertanyaan soal lagu ciptaan Presiden SBY dalam soal tes penerimaan CPNS di Kementerian Perdagangan menunjukkan sudah adanya upaya kultus individu di zaman demokratis dan terbuka ini. Oleh karenanya, ini merupakan kemunduran dalam demokrasi.
"Kenapa tidak ditanya soal judul lagu-lagu wajib saja? Fenomena pemanfaatan even-even nasional maupun tes CPNS untuk menonjolkan aspek-aspek pribadi SBY adalah tidak patut," kata anggota Komisi II DPR Budiman Sudjatmiko saat berbicang dengan detikcom, Rabu (13/10/2010).
Menurut Budiman, buku anak SBY, Agus Harimurty, yang dijadikan souvenir dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus, juga bagian dari ekspos aspek pribadi keluarga SBY yang juga tidak patut itu..
"Kemudian sekarang ini ditanyakan lagu ciptaan SBY. Ini hanya aka membuat orang bertanya apakah itu semua penting untuk bangkitkan nasionalisme, maupun untuk menentukan baik tidaknya kualitas pegawai negeri kita," ujar politikus PDI Perjuangan ini.
Ia mengatakan, penyusupan pertanyaan yang tidak pada tempatnya itu justru akan menjadi bahan bahan lelucon yang merusak wibawa pemerintahan SBY.
"Memang itu tidak melanggar hukum, tapi yang jelas melanggar kepatutan kita dalam bernegara," ujar Budiman.
Sebelumnya, salah seorang peserta ujian mengungkapkan, dalam salah satu soal tes penerimaan terdapat pertanyaan: 'Mana lagu di bawah ini yang merupakan salah satu lagu dalam album ketiga Presiden SBY'
Tes CPNS Kemendag digelar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). Tes dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.
"Itu pertanyaan di lembar soal berkode 11-01, di grup B. Pertanyaan itu ada pada soal bernomor antara 30-40," terang seorang peserta wanita yang enggan disebutkan namanya.
Kepala Pusat Humas Kemendag, Robert Bintaryo, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kebenaran adanya pertanyaan soal lagu SBY dalam tes penerimaan CPNS. Kemendag akan mengecek kebenaran informasi tersebut ke bagian Biro Kepegawaian.
"Wah kita konfirmasi dulu, bahan itu kita nggak tahu. Soal itu kan tertutup, rahasia," kata Robert Bintaryo saat dihubungi kemarin.
Mailing List Hukum Online adalah wadah untuk saling bertukar pikiran dan berkonsultasi untuk saling membantu sesama. Isi diluar tanggung jawab Moderator.
Sarana berdiskusi dengan santun, beretika dan bertanggung-jawab serta saling menghargai dan tidak menyerang hasil pemikiran orang / pendapat orang lain.
Salam Hukum Online

No comments:
Post a Comment