Friday, September 24, 2010

sering lupa yg miskin absolute, miskin dan Forbes list [Hukum-Online] SBY Klaim Daya Beli Masyarakat RI Meningkat

 

pak SBY juga harus menyatakan bahwa 16% penduduk Indonesia dibawah garis kemiskinan obsolute atau Rp 7.000 per hari... dan mungkin saja lebih dari 30% dibawah garis kemiskinan WorldBank $2 per hari.

yang kaya pun banyak... sekitar 20 orang masuk daftar Forbes dunia... dan 500 orang masuk Globe Asia List.

artinya tantangan digital divide .... poverty divide sangat sangat lebar dan ini harus juga disampaikan... agar lebih sesuai kenyataan...



From: "hukum.indonesia@gmail.com" <hukum.indonesia@gmail.com>
To: Hukum-Online@yahoogroups.com
Sent: Fri, September 24, 2010 1:30:46 PM
Subject: [Hukum-Online] SBY Klaim Daya Beli Masyarakat RI Meningkat



SBY Klaim Daya Beli Masyarakat RI Meningkat
Suhendra - detikFinance


Foto: Setpres
Jakarta - Presiden SBY mengungkapkan pendapatan per kapita penduduk Indonesia kian tahunnya terus naik. Dengan naiknya pendapatan per kapita maka daya beli masyarakat kian menguat.

"Tahun 2004 waktu saya bersama Pak Jusuf Kalla dulu, income per kapita US$ 1.148 per tahun, sensus yang belum lama dilakukan US$ 2.963 hampir mendekati US$ 3.000," kata SBY dalam pidatonya di pembukaan Munas VI Kadin di JCC, Jakarta (24/9/2010).

Bahkan kata SBY, berdasarkan sensus juga, sebanyak 30% penduduk Indonesia memiliki pendapatan per kapita US$ 5.356. Hal ini menjadi indikasi menguatnya daya beli masyarakat Indonesia.

"Ini good news sebenarnya untuk bisnis dan ekonomi," katanya.

Meski ia mengakui ekonomi Indonesia masih mengalami banyak hambatan seperti infrastruktur yang kurang, peraturan daerah yang tumpang tindih, dan banyak debottlenecking lainnya.

"Kita menghadapi seperti itu saja Alhamdullilah pertumbuhan ekonomi kita sampai 6%, bayangkan kalau itu kita bereskan ," katanya.

Ia mengajak pelaku usaha swasta Kadin khususnya termasuk BUMN untuk menyelesaikan masalah-masalah tadi untuk menciptakan ekonomi Indonesia yang makin kuat dan berimbang.

SBY juga mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditopang dari sisi demand side artinya hanya ditopang oleh belanja masyarakat, belanja pemerintah, ekspor, dan investasi.

"Karena kalau itu saja bisa mengalami overheating (kepanasan)," katanya.

Namun harus diimbangkan dengan sisi suplai, artinya pertumbuhan harus juga ditopang dari sisi human capital, infrastruktur, penguasaan teknologi, dan lain-lain. Ia juga mengingatkan agar dunia usaha meningkatkan inovasi.

"Itulah kerjaan besar kita, saya berharap pemerintah, dunia usaha, ekonom bersama-sama membangun keadaan ekonomi seperti itu," katanya.

(hen/dnl)



__._,_.___
Recent Activity:
SARANA MENCARI SOLUSI KEADILAN HUKUM DI INDONESIA
Mailing List Hukum Online adalah wadah untuk saling bertukar pikiran dan berkonsultasi untuk saling membantu sesama. Isi diluar tanggung jawab Moderator.

Sarana berdiskusi dengan santun, beretika dan bertanggung-jawab serta saling menghargai dan tidak menyerang hasil pemikiran orang / pendapat orang lain.

Salam Hukum Online
.

__,_._,___

No comments:

Google