Buktinya mereka di pilih tuh ..?!!
Ya berarti yg salah yg milih dong... Kenapa org kaya gitu di pilih..
Sent from my BoldBerry® smartphone
From: uongcindo@gmail.com
Sender: Hukum-Online@yahoogroups.com
Date: Fri, 24 Sep 2010 04:25:46 +0000
To: <Hukum-Online@yahoogroups.com>
ReplyTo: Hukum-Online@yahoogroups.com
Subject: Re: [Hukum-Online] Anggota DPR Main Pukul ; Pujio: Kalau Saya Mau Niat Mencuri Bukan Cuma Rp 50 Juta
Orang2 ini dengan sangat mudahnya bersumpah atas nama Tuhan
Apakah layak dipercaya anggota DPR ini termasuk partai yang diwakilinya di DPR?
Powered by Telkomsel BlackBerry®
From: <hukum.indonesia@gmail.com>
Sender: Hukum-Online@yahoogroups.com
Date: Fri, 24 Sep 2010 11:04:51 +0700
To: <Hukum-Online@yahoogroups.com>
ReplyTo: Hukum-Online@yahoogroups.com
Subject: [Hukum-Online] Anggota DPR Main Pukul ; Pujio: Kalau Saya Mau Niat Mencuri Bukan Cuma Rp 50 Juta
Anggota DPR Main Pukul ; Pujio: Kalau Saya Mau Niat Mencuri Bukan Cuma Rp 50 Juta
Indra Subagja - detikNews
Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Pujio Niponsori (40) hanya bisa meratapi nasib. 4 Giginya rontok, wajahnya lebam-lebam. Dia mengaku dianiaya anggota Komisi IX dari Fraksi Partai Demokrat M Nasir setelah dituding mencuri uang Rp 50 juta dari mobil Alphard yang disopirinya.
"Demi Allah, saya tidak mengambil. Kalau mau mengambil bukan cuma Rp 50 juta, tapi uang Rp 1 miliar dan Rp 140 juta dan mobil Toyota Alphard saya ambil buat anak istri," kata Pujio, mantan sopir Nasir, saat dihubungi detikcom, Kamis (23/9/2010).
Ayah 3 anak yang kini menganggur ini kini meminta perlindungan dari kantor Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras). "Saya punya anak istri, saya niat saja tidak ada mencuri, saya ingat anak istri," jelasnya.
Pujio mengaku dianiaya pada Jumat 17 September karena dituding mengambil uang Rp 50 juta milik Nasir. Menurutnya pagi itu dia menjemput Nasir di apartemennya di Casablanca. Nasir dan dua temannya kemudian pergi ke kantornya di Tower Permai, Mampang, dengan disopiri Pujio.
Pujio sempat mampir membeli bensin untuk mobil itu. Kemudian tanpa dinyana, selepas salat Jumat, tepatnya setelah Nasir dan rekannya pergi ke bank, dia dipanggil ke lantai 6. Di sana dia dinterogasi, ditanya mengenai raibnya uang Rp 50 juta.
"Saya sudah menyebut Demi Allah saya tidak mengambil uang. Buat apa saya mengambil uang itu," jelas Pujio yang baru bekerja 3 bulan ini.
Pujio mengaku dianiaya dengan ditampar dan dipukul. "Saya sempat diminta keluar dari kantor dan duduk di pos satpam. Kebetulan saya bertemu petugas polisi Polsek Pancoran Pak Suwondo yang kemudian menyarankan saya membuat laporan," terangnya.
Pujio sempat membuat laporan, namun dia disambangi petugas sekuriti PT Anugerah, perusahaan milik Nasir, agar mencabut laporan. "Katanya ditawari damai, saya akhirnya mencabut laporan, tapi di sana saya dibawa ke Kwitang dan dianiaya," tutupnya.
Sementara anggota Komisi IX DPR M Nasir menyangkal keterangan Pujio. Politisi Demokrat ini bahkan mengaku tidak mempunyai sopir bernama Pujio.
"Demi Allah saya tidak memukul. Saya juga tidak punya sopir namanya Pujio," kata Nasir saat dihubungi detikcom.
Nasir menjelaskan, laporan Pujio ke Komnas HAM salah alamat. "Itu salah orang, tolong dicek. Jangan melibatkan saya, saya punya keluarga. Demi Allah saya tidak memukul," tegasnya.
(ndr/nrl)
"Demi Allah, saya tidak mengambil. Kalau mau mengambil bukan cuma Rp 50 juta, tapi uang Rp 1 miliar dan Rp 140 juta dan mobil Toyota Alphard saya ambil buat anak istri," kata Pujio, mantan sopir Nasir, saat dihubungi detikcom, Kamis (23/9/2010).
Ayah 3 anak yang kini menganggur ini kini meminta perlindungan dari kantor Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras). "Saya punya anak istri, saya niat saja tidak ada mencuri, saya ingat anak istri," jelasnya.
Pujio mengaku dianiaya pada Jumat 17 September karena dituding mengambil uang Rp 50 juta milik Nasir. Menurutnya pagi itu dia menjemput Nasir di apartemennya di Casablanca. Nasir dan dua temannya kemudian pergi ke kantornya di Tower Permai, Mampang, dengan disopiri Pujio.
Pujio sempat mampir membeli bensin untuk mobil itu. Kemudian tanpa dinyana, selepas salat Jumat, tepatnya setelah Nasir dan rekannya pergi ke bank, dia dipanggil ke lantai 6. Di sana dia dinterogasi, ditanya mengenai raibnya uang Rp 50 juta.
"Saya sudah menyebut Demi Allah saya tidak mengambil uang. Buat apa saya mengambil uang itu," jelas Pujio yang baru bekerja 3 bulan ini.
Pujio mengaku dianiaya dengan ditampar dan dipukul. "Saya sempat diminta keluar dari kantor dan duduk di pos satpam. Kebetulan saya bertemu petugas polisi Polsek Pancoran Pak Suwondo yang kemudian menyarankan saya membuat laporan," terangnya.
Pujio sempat membuat laporan, namun dia disambangi petugas sekuriti PT Anugerah, perusahaan milik Nasir, agar mencabut laporan. "Katanya ditawari damai, saya akhirnya mencabut laporan, tapi di sana saya dibawa ke Kwitang dan dianiaya," tutupnya.
Sementara anggota Komisi IX DPR M Nasir menyangkal keterangan Pujio. Politisi Demokrat ini bahkan mengaku tidak mempunyai sopir bernama Pujio.
"Demi Allah saya tidak memukul. Saya juga tidak punya sopir namanya Pujio," kata Nasir saat dihubungi detikcom.
Nasir menjelaskan, laporan Pujio ke Komnas HAM salah alamat. "Itu salah orang, tolong dicek. Jangan melibatkan saya, saya punya keluarga. Demi Allah saya tidak memukul," tegasnya.
(ndr/nrl)
__._,_.___
SARANA MENCARI SOLUSI KEADILAN HUKUM DI INDONESIA
Mailing List Hukum Online adalah wadah untuk saling bertukar pikiran dan berkonsultasi untuk saling membantu sesama. Isi diluar tanggung jawab Moderator.
Sarana berdiskusi dengan santun, beretika dan bertanggung-jawab serta saling menghargai dan tidak menyerang hasil pemikiran orang / pendapat orang lain.
Salam Hukum Online
Mailing List Hukum Online adalah wadah untuk saling bertukar pikiran dan berkonsultasi untuk saling membantu sesama. Isi diluar tanggung jawab Moderator.
Sarana berdiskusi dengan santun, beretika dan bertanggung-jawab serta saling menghargai dan tidak menyerang hasil pemikiran orang / pendapat orang lain.
Salam Hukum Online
.
__,_._,___

No comments:
Post a Comment