dalam bw / kuhd diatur tentang komisioner dan makelar memang susah untuk diberantas, karena sistem (sistem perut/kantong) yang menciptakan
--- On Sat, 9/20/08, rina mardiastuti <nana26367@yahoo.com> wrote:
From: rina mardiastuti <nana26367@yahoo.com> Subject: RE: [Hukum-Online] Legalitas Calo To: Hukum-Online@yahoogroups.com Date: Saturday, September 20, 2008, 3:44 AM
Wah, gak adil dong. Kok cuma nasabah Bank mandiri saja ?
--- On Tue, 9/16/08, Retno Widyastuti <Retno_Widyastuti@ plazaindonesia. com> wrote: From: Retno Widyastuti <Retno_Widyastuti@ plazaindonesia. com> Subject: RE: [Hukum-Online] Legalitas Calo To: "Hukum-Online@ yahoogroups. com" <Hukum-Online@ yahoogroups. com> Date: Tuesday, September 16, 2008, 9:57 AM
He he he bukan mo jadi dutanya PT Kereta Api ("Persero") tapi kalo ada masalah dengan calo, sekarang masih bisa bayar lewat mandiri (tentu bagi membernya Mandiri) karena ternyata masih banyak tuh kursi sampai kemarin aq antar kawan ambil tiket di Gambir. Mudah aza : Tinggal bayar di ATM, bawa slip/struk asli ke loket 13 yang buka dari jam 1 siang sampe jam setengah 8 malam untuk ditukar dengan tiket KA nya. Jadi ngga pusink ma calo donk dech…… Semoga bermanfaat. From: Hukum-Online@ yahoogroups. com [mailto:Hukum- Online@yahoogrou ps.com] On Behalf Of Suradi Sent: Tuesday, September 16, 2008 8:18 AM To: Hukum-Online@ yahoogroups. com Subject: RE: [Hukum-Online] Legalitas Calo Yah kalu system perkereta apian masih males" dan ngak ada greget maju ya selamanya kayak gini , coba kalo tiketnya di komputerisasi langsung…jadi yang beli harus pake id card… trus..satu id satu tiket…..mungkin calo bisa dikurangi…masalah utamanya sih di sdm dan habit kerja di perusahaan tsb…( ka nada petugas keamanan kok masih juga da calo…) From: Hukum-Online@ yahoogroups. com [mailto:Hukum- Online@yahoogrou ps.com] On Behalf Of rina mardiastuti Sent: Saturday, September 13, 2008 8:03 PM To: Hukum-Online@ yahoogroups. com Subject: Re: [Hukum-Online] Legalitas Calo Tahun lalu saya membeli tiket kereta api mudik ke Surabaya sekitar pertengahan bulan puasa, untuk tgl keberangkatan H-2 masih kebagian. Tahun ini saya terpaksa beli dicalo, karena sudah 2x datang ke Gambir, pada awal bulan puasa, tetap saja kehabisan. Harga resmi untuk tiket kereta api Argo Anggrek Rp.450.000,- dijual dengan harga Rp.750.000,- Dan parahnya lagi, tiket untuk balik ke Jakarta (saya minta dibelikan dari sekarang) ternyata sudah habis hingga tgl 7 Oktober 2008. Saya jadi bingung, sistem model penjualan seperti apa yang bisa mengantisipasi kondisi seperti ini. Sepertinya dulu sewaktu masih ada tempat reservasi di Jl. Juanda keadaanya jauh lebih baik. Semoga ada yang mempunya ide briliant yang dapat memberi pencerahan ke PT. KAI.
--- On Sun, 9/7/08, Dwi Mardianto <mardiantodwi@ gmail.com> wrote:
From: Dwi Mardianto <mardiantodwi@ gmail.com> Subject: Re: [Hukum-Online] Legalitas Calo To: Hukum-Online@ yahoogroups. com Date: Sunday, September 7, 2008, 11:18 AM Setuju gak da yang dilanggar.. - kalau kesempatan kerja dan kesejahteraan merata tentu daripada jadi calo mending kerja yang jelas deh...(hehehe waktu kecil saya pernah jadi calo tiket .. lumayan hasilnya bisa buat jajan dan nabung bayaran sekolah) - contoh dong tiketing yang baik seperti pada Tiket Pesawat Terbang dan Bis antar kota Damri (Lampung-Jakarta) , memang tidak menjamin 100 persen bebas calo tetapi tidak separah pada kereta api dan bis antar kota lainnya kan...karena pengalaman saya lebih dari setengah umur saya, dengan dua moda tersebut saya sering berpergian dan belum pernah membeli lewat calo. - Lah wong sistemnya yang brengsek kok calo yang diuber-uber seperti kriminal. Padahal saya yakin sekali tuh calo cari tambahan duit buat ngidupin anak-istrinya. (pengalaman empiris bro...hehehhehe lagi), Dasar deh Negara dan Pemerintahan Gemblung.
| tidak ada yang dilanggar, karena adanya kesepakatan permasalahannya adalah adanya diberikan kesempatan dan memang dibuat supaya ada, agar dapat uang lebih
--- On Sun, 8/31/08, londung.manalu <londung.manalu@ yahoo.co. uk> wrote: From: londung.manalu <londung.manalu@ yahoo.co. uk> Subject: [Hukum-Online] Legalitas Calo To: Hukum-Online@ yahoogroups. com Date: Sunday, August 31, 2008, 7:50 PM Dear,
Menjelang Lebaran, semakin sering kita mendengar kata calo di lingkup transportasi.
Sebenarnya batasan apa yang menyebabkan seorang calo dianggap melanggar hukum ?
Apa perbedaannya dengan calo tanah, calo rumah dll ? Bukankah hukumnya adalah kesepakatan jual beli ? Sama-sama puas khan ?
Salam Londung | | __________ NOD32 3440 (20080913) Information __________
This message was checked by NOD32 antivirus system. http://www.eset. com
| |
No comments:
Post a Comment