Pertanyaan Lagu SBY di Tes CPNS Bisa Jadi untuk Tes Popularitas
Laurencius Simanjuntak - detikNews

Ilustrasi
Jakarta - Pertanyaan tentang lagu ciptaan Presiden SBY muncul di salah satu soal tes penerimaan CPNS Kementerian Perdagangan (Kemendag). Tindakan ini dinilai sengaja dilakukan untuk mengetes popularitas pemenang dua kali Pilpres tersebut.
"Bisa jadi tujuannya untuk mengetes popularitas Presiden SBY," kata pengamat kebijakan publik Adrinof Chaniago saat berbincang dengan detikcom, Rabu (13/10/2010).
Namun demikian, Adrinof yakin tindakan itu tidak atas arahan SBY sendiri. Melainkan atas inisiatif oknum aparat tertentu.
"Tujuannya aparat itu ingin menjilat. Kalau hasilnya bagus dilaporkan," kata Adrinof.
Dia menjelaskan, pertanyaan soal lagu SBY dalam tes penerimaan CPNS adalah sesuatu yang keterlaluan. Sebab, tidak ada relevansi antara pengetahuan lagu SBY dengan kelayakan seseorang menjadi CPNS.
Meskipun pertanyaan soal lagu itu terdapat di bagian pengatahuan umum, kata Adrinof, hal itu tetap saja tidak relevan.
"Itu tetap pengetahuan umum yang tidak relevan," kata dia.
Adrinof menyarankan agar pertanyaan dalam tes penerimaan CPNS di tempat lain juga diperiksa. Kalau terdapat pertanyaan serupa, ia menduga hal ini memang sudah terkoordinasi.
"Orang yang paling dekat dengan Istana yang ikut campur, saya tidak yakin itu dari SBY langsung," duganya.
Sebelumnya, salah seorang peserta ujian mengungkapkan, dalam salah satu soal tes penerimaan terdapat pertanyaan: 'Mana lagu di bawah ini yang merupakan salah satu lagu dalam album ketiga Presiden SBY'
Tes CPNS Kemendag digelar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). Tes dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.
"Itu pertanyaan di lembar soal berkode 11-01, di grup B. Pertanyaan itu ada pada soal bernomor antara 30-40," terang seorang peserta wanita yang enggan disebutkan namanya.
Kepala Pusat Humas Kemendag, Robert Bintaryo, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kebenaran adanya pertanyaan soal lagu SBY dalam tes penerimaan CPNS. Kemendag akan mengecek kebenaran informasi tersebut ke bagian Biro Kepegawaian.
"Wah kita konfirmasi dulu, bahan itu kita nggak tahu. Soal itu kan tertutup, rahasia," kata Robert Bintaryo saat dihubungi kemarin.
(lrn/Ari)
No comments:
Post a Comment