Wednesday, June 30, 2010

[Hukum-Online] Re: Berakit2 ke hulu berenang2 ke tepain ???>>Hukum-Online] aneh... netbook dirakit disekolah untuk dijual ? bagaimana kualitasnya ?

 

Pepatah orang tua bijaksana:  KONSEP SMK ( Sekolah Menengah Kejuruan) versi DIKNAS yg diiklankan hebat di TV siang malam.
 Kosep Kemen DIKNAS(Pendidikan Nasional) dibawah Menteri DIKNAS mantan men KOMINFO
"Berakit-rakit ke hulu, berenang2 ke tepian= Bersakit sakit dahulu, bersenang2 kemudian....
......
Kalau mau jadi orang International (bukan orang kelas  Kampung)masuklah Sekolah/Univ bertaraf INTERNATIONAL liwat RSBI dan SBI...atau Pendidikan BERKASTA.tapi bayarannya harus mahal+ US$. Orang  biasa /masyarakat menengah kebawah dan miskin tak usah sekolah/kuliah. ........
.........
APBN sebanyak Rp 200 Triliun untuk pendidikan di NKRI larinya kemana ???

From: bujang araska <t_p_bujang@yahoo.com>
To: Hukum-Online@yahoogroups.com
Sent: Wed, June 30, 2010 10:02:13 AM
Subject: Re: [Hukum-Online] aneh... netbook dirakit disekolah untuk dijual ? bagaimana kualitasnya ?

 

saya memang tidak tahu pasti apa yang dilakukan smk namun melihat makna "perakitan" pada "perakitan komputer", saya merepresentasikan hanya merakit atau memasang komponen saja. ini artinya tidak membuat komponen.
tentunya perakitan akan berbeda dengan pembuatan komponen karena perakitan hanya melakukan kegiatan membeli produk secara parsial kemudian digabungkan sehingga terbentuk suatu produk yang utuh yang bisa terintegrasi. sedangkan pembuatan komponen harus memerlukan pengetahuan mengenai perangkat keras dan perangkat lunak yang seharusnya dilakukan oleh orang yang berpendidikan sarjana ke atas. namun di indonesia orang yang berpendidikan sarjana ke atas tidak banyak yang menggeluti dan mengembangkan perangkat keras dan perangkat lunak. kebanyakan mereka sudah puas dengan bekerja sebagai operator yang hanya setting ini dan itu di perusahaan. sangat jarang yang mengembangkan pembuatan komponen. hal ini berakibat indonesia selalu bergantung pada negara lain. bahkan, katanya, indonesia belum bisa memproduksi paku, peniti sendiri ya? monggo silakan dibahas.
perakitan komputer dapat dicontohkan seperti perakitan komputer di mangga dua. sedangkan pembuatan komponen dapat dicontohkan pabrik asus membuat vga card.
dengan demikian kegiatan perakitan tidak perlu dirisaukan kualitasnya karena outputnya adalah sistem yang terintegrasi. yang perlu dirisaukan adalah kualitas komponennya yang biasanya diimpor dari negara lain.

--- On Wed, 6/30/10, Rully Anthony <betawe@gmail. com> wrote:

From: Rully Anthony <betawe@gmail. com>
Subject: Re: [Hukum-Online] aneh... netbook dirakit disekolah untuk dijual ? bagaimana kualitasnya ?
To: Hukum-Online@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, June 30, 2010, 7:09 AM



very nice mr tassos... at least kita sudah mencoba toh, kalaupun 6-9 bulan mendatang akan ada kerusakan pada 10.000 netbook yg dirakit tersebut, hal itu akan menjadi acuan bagi mereka untuk mereparasi, ada proyek lagi buat mereka...
bisa-bisa di bajak China tuh murid-murid. ..
salut euih...
 
salam
[ra]

2010/6/29 <rrusdiah@yahoo. com>
 

pak tassos,

Terima kasih atas masukannya.

Memang tadinya saya mau komentar juga  untuk berkebun dan pertanian dan memelihara ikan, berternak..mungkin tidak sulit, karena resourcesnya kita miliki dan keahliannya kita miliki dan tidak membutuhkan environmen industri yang ketat sekali.

Namun coba kita lihat 6- 9  bulan mendatang... apa yang akan terjadi dengan 10,000 netbook yang dirakit... apakah worth the effort ?


mengenai peralatan memang canggih pak... karena dana yang digunakan untuk membeli peralatan memang juga canggih maklum anggaran pendidikan naik menjadi 20% dari APBN.

namun mari kita berharap agar proyek proyek ini sukses.. karena kami sendiri di industri sangat membutuhkan tenaga SMK untuk kolaborasi mengerjakan proyek proyek yang sedang kami kerjakan...


From: Tassos Sicara <ttsicara22@gmail. com>
To: Hukum OnLine - Group <Hukum-Online@ yahoogroups. com>
Sent: Tue, June 29, 2010 4:16:25 PM
Subject: Re: [Hukum-Online] aneh... netbook dirakit disekolah untuk dijual ? bagaimana kualitasnya ?



Om RR dan rekan2 sekalian..
Bukan hanya netbook yang saat ini dirakit oleh anak2 SMK, tetapi juga dalam hal berkebun, bertani, bahkan perakitan kendaraan roda dua, dan kedepannya SMK sedang mempersiapkan diri untuk dapat merakit kendaraan roda 4.
Dan satu catatan disini, mereka tidak hanya diajarkan bagaimana merakit, tetapi juga bagaimana memasarkan hasil karya mereka (marketing plan).

Kebetulan saat itu saya menjadi team (bagian hukum) dalam proyek ini, khususnya utk proyek perakitan kedaraan roda dua.
Proyek ini adalah proyek langsung dari Diknas (cq Ditjen Manajemen Dikdas dan Menengah cq Dit Pembinaan SMK).

Cita2 yang hendak dibangun dan dicapai oleh Pak Joko (Drs. Joko Sutrisno, Direktur Pengembangan SMK) sangatlah mulia dan sangat-sangat brilian, saya melihat akan sangat bagus dalam melahirkan kader2 dari anak bangsa kita.
Prinsip utama yang hendak dicapai oleh Pak Joko adalah mempersiapkan SDM yang sudah siap pakai dalam dunia industri dan dunia kerja, dimana para anak2 SMK tersebut diberikan segala macam pengetahuan dan praktik2 berikut alih teknologi, alih pengetahuan serta keterampilan dari masing2 bidang hingga ke pemasarannya.

Mereka ditempa sedemikian rupa sehingga mampu melakukan apa yang dilakukan oleh para pekerja pabrik perakitan pada umumnya.

Jika dikatakan adanya keraguan perihal kualitas hasil rakitan mereka, sebenarnya hal itu tidak harus diragukan, karena masing2 perusahaan yang dtunjuk oleh Diknas diharuskan menurunkan team QC guna mengawasi terhadap produk2 yang telah selesai dirakit dan siap jual sesuai dengan SOP dr perusahaan tersebut.

Hingga saat ini, tidak ditemukan keluhan berarti seperti yang dipertanyakan oleh Om RR ataupun rekan2 sekalian.

Alangkah hebatnya SDM kita, khususnya lulusan SMK, pada saat mereka telah menempuh pendidikan formalnya. Setelah lulus, mereka langsung layak pakai, tanpa hari melalui training apapun. Baik dalam hal perakitan netbook, kendaraan bermotor, hingga perkebunan, mereka sudah sangat teruji. Tanpa harus meraih D3 atau S1 teknik, mereka sudah siap terjun.

Jika Om RR dan rekan2 mau meluangkan waktu untuk berkunjung ke SMK2, khususnya SMK Otomotif, waaaaah..saya jamin pasti akan kaget melihat peralatan yang mereka miliki. Hebat. Sangat hebat.
Coba kapan-kapan mampir ke salah satu SMK di daerah Subang, pasti rekan2 sekalian akan kaget melihat kemampuan dan hasil yang mereka miliki.
Dari segi peralatan, bisa dikatakan sangat lengkap.
Jika melihat ke perkebunan milik mereka, saya yakin rekan2 akan takjub melihat hasil tanam mereka. Yang namanya sayur-mayur organik di Carrefour atau Giant, hasil mereka masi berani saya adu.
Heheheheehehe. .

Cukup sekian kiranya ulasan singkat saya..

Salam kompak selalu..

Regards,
Tassos T. Sicara, SH
0818.06551.666


"Just stay away n say no to drugs. Let's stop drugs abuse"

Sent from my SlaveBerry 9K


Date: Mon, 28 Jun 2010 09:20:21 -0700 (PDT)
Subject: [Hukum-Online] aneh... netbook dirakit disekolah untuk dijual ? bagaimana kualitasnya ?

 


SMK rakit netbook untuk kemudian hasilnya dijual ke masyarakat, idenya sepintas cemerlang dan unik karena di Cina, Taiwan saja ngak ada yang model seperti ini... setahu saya netbook hrs dirakit di lingkungan pabrik khusus, karyawan yang dedikasi serta melalui proses QC ? Apakah environmen seperti ini bisa dibawa kesekolah ? Karena dari cara bekerjanya, disiplin dan tanggung jawab serta peraturan sudah sangat berbeda tanggung jawab seorang karyawan dengan seorang siswa. etos kerjanya sudah berbeda dan karyawan diterima bekerja setelah melalui screening sesuai keahlian dan ketrampilannya. ..dan tidak semua murid SMK trampil dalam hal misalnya merakit sebuah notebook.

Menurut beberapa ahli perakitan dari merek global, merakit netbook/notebook lain dengan merakit PC desktop... ini sangat riskan dan akan highcost sebab  akan gagal utk jaga kualitas produk netbook/notebook ?
Coba kita lihat saja hasilnya ketika proyeknya selesai ?
dan ... akhirnya percuma hrs ISO9001 dan 14001 dengan model perakitan spt ini.
Apakah masyarakat harus dikorbankan dengan membeli produk hasil rakitan seperti ini ?

Model yang benar adalah:
Semestiya pemerintah membawa pabrik seperti Lenovo, Dell, HP, MSI, Gigabyte ke Indonesia, kemudian siswa SMK diminta magang di perusahaan perakitan ditanah air tersebut...
Environment model ini lebih terkontrol dan kualitas lebih terjaga ?

salam, rr - apw/ mastel ukm
 
---
ref: http://www.micronic s.info http://www.java- cafe.net http://www.apwkomit el.org http://www.facebook .com/people/ Rudi-Rusdiah/ 651699209
---










__._,_.___
Recent Activity:
SARANA MENCARI SOLUSI KEADILAN HUKUM DI INDONESIA
Mailing List Hukum Online adalah wadah untuk saling bertukar pikiran dan berkonsultasi untuk saling membantu sesama. Isi diluar tanggung jawab Moderator.

Sarana berdiskusi dengan santun, beretika dan bertanggung-jawab serta saling menghargai dan tidak menyerang hasil pemikiran orang / pendapat orang lain.

Salam Hukum Online
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Get real-time World Cup coverage on the Yahoo! Toolbar. Download now to win a signed team jersey!

.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment